Orang Sholat dan Orang ke Pasar


Orang sholat itu sama sepertihalnya orang ke pasar. Orang biasa, ke pasar hanya ingin memenuhi kebutuhan wajib hidup sehari-hari. Mungkin dua kali seminggu cukup, atau maksimal 3 kali.

Tentu beda, bila orang sudah menemukan sang kekasih tercintanya di pasar, Ia bisa setiap hari ke pasar. Bahkan yang biasanya maksimal seminggu 3 kali, bisa 3 kali sehari ke pasar. Hanya ingin menemui sang cinta.

Begitu pula orang sholat. Orang biasa, melakukan sholat hanya yang wajib saja, 5 waktu sudah cukup. Tentu beda, dengan orang yang sudah merasakan hakikat cinta kepada Sang Pencipta. Semua macam sholat; wajib, sunnah nawafil, tahajjud dan witir, serta duha dll, pasti dilakukan dan tak akan ditinggalkan. Tentu dilakukan atas nama cinta, yang penuh keikhlasan dan suci.

Mudah-mudahan kita bisa menjaga cinta kita, kepada orang yang kita cintai, juga kepada yang menciptakannya. _jumat berkah, insyaAllah_

Mengucapkan Selamat pada Hari Raya non-Muslim


Majelis Fatwa Mesir membolehkan mengucapkan selamat kepada umat non-muslim pada hari raya mereka. Dan menyatakan sebenarnya perbuatan ini termasuk dalam perkara ihsan, yang diperintahkan Allah SWT kepada semua manusia tanpa kecuali. Sebagaimana firmanNya; “dan ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia”, serta; “Sesungguhnya Allah menyuruh untuk berbuat adil dan ihsan (kebaikan)”.

Syeikh Thayyib mengatakan; secara primordial hubungan umat muslim dan non-muslim selaras dengan apa yang ditentukan syariat Islam, yaitu kedamaian. Sesungguhnya kedamaian dan saling mengenal, adalah salah satu tujuan dan maksud Allah SWT menciptakan manusia. Oleh karenanya diciptakan manusia berbangsa-bangsa dan golongan agar saling mengenal. Islam adalah agama yang penuh toleransi, karenanya membangun hubungan dengan penganut berbagai agama dan keyakinan, atas dasar kedamaian, saling mengenal dan keharmonisan.

س
ما حكم تهنئة غير المسلم بعيده؟

ج
اجازت دار الإفتاء المصرية تهنئة غير المسلمين بأعيادهم، وأشارت إلي أن هذا الفعل يندرج تحت باب الإحسان الذي أمرنا الله عز وجل به مع الناس جميعاً دون تفريق، مذكرة بقوله تعالي: «وقولوا للناس حسناً»، وقوله تعالي: «إن الله يأمر بالعدل والإحسان».

قال الشيخ الطيب:
الأصل في علاقة المسلمين بغيرهم وفق ما أقرته شريعة الإسلام هو السلم، وأن السلام أو التعارف إحدي الغايات والمقاصد الإلهية التي خلق الله الناس من أجلها وجعلهم شعوباً وقبائل ليتعارفوا.
و أن الإسلام هو دين السماحة لأنه أقام علاقاته مع أتباع الديانات والعقائد علي أصل السلام والتعارف والتآلف.

Yang tersisa Ramadhan 2013; Teks Kultum


“Materi Kultum yang saya paparkan di hadapan teman-teman IKBAL korda Kairo, 24 Juli/malam ke-16 Ramadhan.”

بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

إن الحمد لله، نحمدُه ونستعينه ونستهديه ونستغفره ونعوذُ بالله من شرورِ أنفسنا ومن سيئاتِ أعمالنا، من يهْدِ اللهُ فلا مضِلَّ له ومن يضلل فلا هادي له. وأشهد أنْ لا إله إلا اللهُ وحده لا شريك له وأشهد أنَّ محمداً عبدُه ورسولُه, أم بعد.
ياايهاالذين أمنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون.
من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه.

Kawan-kawan yang diramahti Allah…

Pada kali ini saya ingin berterima kasih, kepada panitia yang telah memberikan kesempatan dan kepercayaan kepada saya untuk belajar menjadi imam sholat tarawih, sekaligus berbicara memberikan kuliah tujuh menit di hadapan teman-teman IKBAL korda Kairo.

Pembicaraan yang ingin saya sampaikan tidak jauh beda dengan yang sudah teman-teman sampaikan pada kultum sebelumnya. Berbicara mengenai puasa Ramadhan, hikmah yang terkandung di dalamnya. Bagaimana kita berpuasa, apa saja fadhilah atau keutamaan serta rahasia yang terkandung dalam puasa di bulan suci Ramadhan ini?

Kawan-Kawan yang dirahmati Allah…

قال رسول الله : كم من صائم ليس له من صيامه إلا الجوع والعطش.

Rasulullah bersabda: berapa banyak orang berpuasa tidak mendapatkan apa-apa kecuali rasa lapar dan haus.

Dari hadits di atas kita harus berfikir kenapa seorang berpuasa tapi tidak mendapatkan apa-apa kecuali haus dan lapar, dari hal ini paling tidak kita harus mengetahui apa saja yang membatalkan puasa, yang akan menjadikan puasa kita sia-sia.

روي عن جابر عن أنس رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : خمس يفطرن الصائم: الكذب والغنيمة والنميمة واليمين الكاذبة و النظر بالسهوة.
Diriwayatkan dari Jabir dari Anas RA Rasulullah SWA bersabda : lima hal yang membatalkan orang berpuasa; bohong, ghibah, mengadu domba/memfitnah, saksi yang berbohong dan melihat dengan syahwat.

Kemudian bagaimana agar kita terlepas dari hal diatas dan puasa kita tidak sia-sia? Para ulama’ termasuk imam al-Ghazali, juga Syaikh Mahmud Saltut dalam bukunya ‘Min Taujihati al-Islam’ membagi puasa menjadi 3 derajat;

Derajat pertama, adalah orang-orang yang berpuasa dengan imsak atau tidak makan serta minum dan jimak. Golongan ini dilakukan oleh kebanyakan umat Islam dengan melaksanakan kewajiban puasa saja, yakni tidak makan, minum dan berjimak.

Derajat kedua, adalah orang-orang yang melaksanakan puasa sama seperti golongan pertama, tapi ia juga memuasakan semua aggota tubuhnya mulai mata hingga kakinya, menjauhkan hal yang berbau maksiat dan kemungkaran. Mata tidak melihat yang dilarang dan yang bisa menimbulkan syahwat, mulut tidak berbicara hal yang kotor dan yang dapat menimbulkan ghibah dan fitnah, telinga tidak mendengarkan hal yang buruk, tangan tidak menyentuh dan mengambil barang atau apa saja yang bukan hak kita serta berbuat kemungkaran, kaki tidak digunakan untuk melangkahkan kaki kepada tempat maksiat dan kemungkaran. Dan lain sebagainya dari semua aggota tubuh, berpuasa dari hal yang menyebabkan maksiat dan kemungkaran.

Sedangkan derajat ketiga, adalah orang-orang yang tidak hanya puasa dari makan minum dan jimak serta seluruh anggota tubuhnya, melainkan juga puasa hati. Golongan ini menjaga hati agar selalu bersih dan suci dari hal yang dapat menjadikan hati kotor semacam angkuh, sombong dan dengki. Mereka menjaga kesucian hati dengan keikhlasan dan kesabaran, dan hanya ridlo Allah yang diharapkan. Sebagaimana ungkapan para sufi;

إلهي أنت مقصودي و رضاك مطلوبي
Tuhanku Engkaulah maksudku dan ridhoMu pintaku.

Kawan-kawan Ikbal korda kairo yang dirahmati Allah…

Setelah kita mengetahui bagaimana kita berpuasa, maka saatnya saya memaparkan rahasia dalam puasa dan ibadah dalam bulan suci Ramadhan. Ada tiga rahasia yang terkandung dalam puasa yang ingin saya paparkan pada kesempatan kali ini.

Rahasia pertama, pembebasan diri. Kalau kita merujuk kepada filosof modern sepertihalnya Spinoza, ia mengunkapkan sebuah teori kebebasan seseorang. Menurutnya orang yang bebas adalah orang yang bisa menaklukan hawa nafsu dan emosinya. Dalam pandangannya orang yang bebas adalah orang yang bersikap akftif terhadap nafsu dan emosi, ia tidak menuruti kehendak hawa nafsu serta emosinya. Karena hawa nafsu dan emosi menjadikannya selalu berada dalam pengaruh dari luar. Oleh karenanya orang yang bebas adalah orang yang bisa membebaskan dirinya dari pengaruh luar dirinya.

Jika ia Spinoza mencetuskan teorinya pada masa modern, maka dalam Islam sudah diberlakukan sejak beradab-abad silam seiring dengan perintah puasa. Puasa dengan mengekang nafsu yang bersifat materi maupun imateri.

Rahasia kedua, proses menggapai cinta Allah. Syaikh Sayyid Saltut ketika menjelaskan kitab Bidayatul Hidayah karya Imam al-Ghazali menukilkan pernyataan; ibadah wajib adalah ‘lilqurbi’ yakni untuk mendekat kepada Allah, sedangkan ibadah nawafil atau sunnah ‘lilhubi’ yakni untuk cinta Allah.

Dalam penjelasannya ia menyatakan, cinta memang penting tapi yang lebih penting lagi adalah pendekatannya, bagaimana mendapatkan cinta jika tidak mendekat. Jadi jangan sampai mengatakan cinta jika tidak mendekat terlebih dahulu, jangan melakukan yang sunnah kemudian meninggalkan yang wajib.

Bila kita korelasikan dengan ibadah di bulan suci Ramadhan dengan diperintahkan umat Islam untuk puasa di siang hari, kemudian di malam hari disunnahkan untuk melaksanakan sholat tarawih. Ini merupakan sebuah Rahasia Allah yang diberikan kepada manusia, di siang hari kita melakukan pendekatan dengan berpuasa, di malam hari kita bercinta dengan Allah dengan melaksanakan ibadah sholat tarawih. Sehingga benar-benar mendapatkan cintaNya, sebagaimana hadits qudsi menyatakan :

يقول الله تبارك وتعالى: ما تقرب إليّ المثقربون بمثل أداء ماافترضت عليهم, ولا يتقرب إليّ بانوافل حتى أحبه, فإذا أحببت كنت سمعه الذي يسمع به و بصره الذي يبصر به ولسانه الذي يندق به ويده التي تبطش بها ورجله التي يمشي بها.

Rahasia yang ketiga, puasa bersama Allah. Pada hal ini saya ingin mengutip ungkapan Ibn Arobi dalam Futuhat Makkiyah-nya;

إذا صحت عزائمنا # ففي الأسرار نتحد
“Jika telah benar niat kita # maka di dalam kerahasiaan kita bersatu”

Dalam ungkapan ini al-azimah berarti niat, sebagaimana kita niat berpuasa. Syarat dalam puasa adalah niat. Ketika kita melakukan puasa itu dengan benar dan niat yang tulus berpuasa untukNya. Maka dalam kerahasiaan puasa Allah bersama kita, sebagaima Allah menyatakan puasa adalah milikKu dan aku yang memberikan balasan.

Kawan-kawan IKBAL Kairo yang dirahmati Allah…

Demikianlah yang bisa saya sampaikan, semoga puasa dan ibadah kita di bulan yang penuh rahmat ini diterima oleh Allah. Mohon maaf bila ada yang kurang berkenan dan terima kasih atas perhatiannya.

ثم السلام عليكم ورحمة الله وبركاته.

Fields of Gold

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 156 pengikut lainnya.