Mempertanyakan Konsistensi (Media Masisir)


Catatan ini saya tulis untuk kata pengantar buletin QALAM Kairo edisi 54, akhir Agustus 2010 M.

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT. Tiada upaya yang dapat kita lakukan kecuali dengan izin-Nya. Dengan rahmat dan taufiq-Nya juga, kami redaktur Qalam dapat menerbitkan edisi Qalam ke-54.

Sejarah mencatat, perang Badar yang notabene adalah perang terbesar dalam Islam terjadi pada bulan Ramadhan. Begitu pula dengan hari kemerdekaan Republik Indonesia kali ini, bertepatan dengan bulan yang penuh berkah nan suci.

Berkah Ramadhan memang besar sekali bagi kehidupan masyarakat muslim. Bahkan sebagian berkah itu terasa pada awal Ramadhan ini, dengan memberikan dan mengembalikan semangat segenap redaktur Qalam untuk kembali melanjutkan kiprahnya di tanah kelahiran Muhammad Abduh. Hingga akhirnya kami bisa memberikan sebuah karya yang sederhana ini.

Qalam, dengan formatnya yang buletin. Dengan seluruh krunya yang mahasiswa, hanya ingin berusaha untuk terus hidup. Ikut mewarnai dunia jurnalistik Masisir, memberikan inspirasi dalam dinamika Masisir.

Semangat kami untuk tetap eksis masih membara, Qalam memiliki satu tujuan di dalam setiap penerbitannya. Yaitu konsisten atau istiqomah. Meski kami sadar, bahwa mencapai suatu hasil itu adalah sulit. Akan tetapi untuk mempertahankan hasil itu jauh lebih sulit lagi.

Tidak sedikit media cetak yang menunjukkan eksistensinya dalam hiruk pikuk dinamika Masisir, entah yang sudah bernaung pada suatu instansi ataupun yang independen berkat kesamaan minat dan bakat. Tapi konsistensi dari berbagai media cetak seringkali masih perlu dipertanyakan, terkadang hadir sekali setelah itu tak terdeteksi keberadaannya di kemudian hari.

Bahkan dari media yang bernaung di bawah instansi ‘basah’ sekalipun, tidak menunjukan kejelasan konsistensinya secara periodik dalam skala penerbitan. Apalagi dengan Buletin Qalam, yang bernaung dari sebuah al-mamater. Tentu, pendanaan kami tak seberapa.

Kami akui, kita semua disini masih dalam proses menjadi tenaga ahli yang memang benar-benar profesional dalam berbagai bidang. Jadi, tak heran bila melihat konsistensi dalam berbagai eksistensi elemen di dalam tubuh dinamika masisir perlu dipertanyakan.

***

Dalam pencarian jati diri di sebuah universitas, tentunya mengenal mindset dan pola pandang yang diusung oleh para pendiri, tokoh dan civitas akademik sangat penting. Sehingga esensi dari ajaran-ajaran itu, betul-betul menyatu dalam jiwa serta diejawantahkan sebagai perilaku para mahasiswanya. Pola pandang tersebut, akhirnya melebur menjadi sebuah falsafah yang diresapi secara mendalam.

Demikian pula saat kita memilih Al-Azhar. Falsafah Al-Azharlah yang akan membentuk konstruk cara pandang dan perilaku bermasyarakat kelak, ketika kita sudah kembali kepangkuan ibu pertiwi dan masyarakat kampung halaman.

Oleh kerenanya, Qalam edisi kali ini menyoroti prospek pola pandang Universitas Al-Azhar bagi masa depan Masisir. Untuk itu, kami sediakan sebuah figur untuk mengambil hikmah. Dari pihak universitas kami sediakan figur Syekh Al-Azhar; Ahmad Muhammad Thayyib. Kami juga menyuguhkan wawancara seorang alumni Al-Azhar yang sudah banyak berkecimpung di dunia intelektual dalam negri dengan produktifitasnya berkarya. Bahkan, beliau sudah merampungkan buku yang membahas Al-Azhar secara mendalam, beliau adalah Zuhairi Misrawi.

Tentunya masih banyak rubrik yang kami hidangkan kepada pembaca, dan insya-Allah akan memanjakan pembaca dengan berbagai informasi dan wawasan yang kami suguhkan melalui Buletin Qalam. Selamat menikmati…! [Pemred.]

lihat edisi PDF disini : http://www.scribd.com/doc/36488794/QALAM-Al-Azhar-Jangkar-Moderasi-Islam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s