JANGAN TAMBAH DUKA KORBAN BENCANA


INDONESIA BERDUKA…

indonesia merupakan negara kepulauan. dengan berjajarnya pulau-pulau yang terbentang sepanjang nusantara, keindahan panorama alam benar-benar terlukis dari indahnya bentangan laut, lembah, bukit, dan pegunungan di setiap pulau itu.

dan kini secara bersamaan penduduk diantara pulau-pulau itu, mengalami ujian yang sangat berat dari alam. gempa di pulau mentawai yang kemudian disusul tsunami, lebih dahsyat lagi meletusnya gunung merapi di sleman yogyakarta.

selain bencana itu memakan korban jiwa, keadaan alam telah memporak-poranda kehidupan mereka. rumah mereka hancur, masa depan mereka terkatung-katung, bahkan untuk kehidupan saat ini mereka hanya mengharap bantuan bagi orang-orang yang memiliki hati nurani.

bagi keberlangsungan kehidupan manusia, hidup saling membantu dan tolong menolong serta gotong royong adalah sebuah keniscayaan. sebab manusia hidup di muka bumi tidak dengan seorang saja atau hanya satu komunitas saja, melainkan ada orang-orang lain dan komunitas-komunitas lain yang saling membutuhkan. nelayan, petani, pedagang dan lain sebagainya saling membutuhkan, bahkan orang mati sekalipun masih membutuhkan orang lain.

dan tentunya membantu orang yang sedang membutuhkan bantuan adalah sebuah wujud untuk mempertahankan eksistensi dari manusia itu sendiri, agar manusia tetap ada dengan berbagai macam keberadaannya. dan tidak individualis yang maunya merasakan kesenangan dan kegembiraan dengan sendirinya tanpa memikirkan orang lain yang sedang menderita.

terdengar kabar dengan santernya di media massa, ada kelompok dari sebagian instansi yang mengatas namakan agama, mengaharamkan bantuan yang menurut mereka dihasilkan dari pekerjaan yang melanggar norma agama. hal ini tentunya sangat berpengaruh bagi ketersediaan bantuan bagi penduduk yang membutuhkan karena musibah itu.

mudah-mudahan saja kelompok ini bisa menyediakan bantuan yang memadai dari keadaan masyarakat yang membutuhkan itu. dan hal ini hemat penulis tidak mungkin, sebab untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bagi korban musibah saat ini, sangat membutuh sumber bahan kehidupan dari makanan, obat-obatan bahkan pakaian, dengan jumlah yang sangat besar. belum lagi bagaimana membangun kehidupan mereka pasca bencana, terutama perumahan dan infrastruktur dan lain sebagainya.

mari sejenak kita nikmati sedikit gambar korban bencana yang penulis ambil dari media massa kompas dibawah ini :

resapi betul keadaan mereka, bayangkan bila mereka adalah anda, orang tua anda, nenek dan kakek anda, dan orang terdekat anda, apa yang anda harapkan untuk mereka? ya, bantuan.

mereka sudah cukup menderita dan berduka dengan keadaan ini, jangan tambah duka mereka dengan memperlambat laju ketersediaan bantuan kepada mereka. entah dengan alasan kesucian yang diagung-agungkan, terutama permasalahan bagaimana cara memperoleh seseorang untuk membantu, sebab itu adalah masalah pribadi manusia itu sendiri dengan Tuhan. sedangkan membantu, hubungannya atas dasar sesama dan demi keberlangsungan hidup manusia.

kita tidak bisa mengintervensi bagaimana Tuhan mengeksekusi penghukuman itu, walaupun sudah mengetahui analogi hukum itu bagi yang mempelajarinya dari berbagai interpretasi keilmuan. sebab itu diakhirat kelak dan hidup berjalan dengan segala hikmah Tuhan.

inilah yang bisa penulis bisa torehkan sebagai bentuk simpati, selain do’a agar mereka diberikan keteguhan dalam menjalani kehidupan ini.

DUKA KITA BERSAMA…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s