Sekelumit Qasim Amin


Background yang melatar bekangi Qasim menjadi salah satu tokoh terkemuka di Mesir dalam memajukan peran perempuan sekaligus masyarakat Mesir di masa awal kebangkitannya.

Adalah dengan gagasan-gagasan pembaharuannya terhadap nasib peremepuan, cendekiawan Islam ini memberikan tanda bukti jasanya dalam membela dan memperjuangkan hak-hak perempuan di dunia Islam, dari tradisi yang telah membuat perempuan terkungkung dalam kehidupan sosial yang diskriminatif.

Qasim Amin dalam bukunya “Tahrir al-Mar’ah”, setelah menjelaskan keadaan perempuan (Mesir) yang sangat memprihatinkan dalam kehidupan bermasyakarakat serta prilakunya dalam kehidupan umat yang tertuang dalam bab introduksi-nya, dengan bijak Qasim langsung menyodorkan kepada pembaca pembahasan tentang modal utama melakukan pencerahan nasib perempuan, yaitu bab Pendidikan Perempuan.

Qasim yakin betul pendidikan dan pembelajaran adalah solusi utama bagi kemerosotan yang terjadi pada umat, dalam penjelasannya :

“Sesungguhnya pembelajaran/pendidikan pada hakekatnya merupakan sebuah kebutuhan dari seluruh kebutuhan hidup manusia. Dan sekarang dengan pendidikan setiap manusia berusaha untuk mendapatkan kebahagiaan materi dan rohani. Itu karena ilmu merupakan perantara satu-satunya yang dapat mengangkat keadaan manusia dari kerendahan diri dan keterpurukan menuju kemajuan, kehormatan dan kemulyaan”.

Dari keterangan itu Qasim ingin membawa dan mengajak seluruh elemen umat muslim pada umumnya dan masyarakat Mesir khususnya, untuk selalu memperhatikan betapa pentingnya peran pendidikan guna mencapai kemajuan, sehingga kebahagiaanpun didapat dari kebahagian materi dan non materi.

Kaitannya dalam memperjuangkan hak perempuan yang selalu mendapat prilaku diskriminatif, Qasim berharap dengan pendidikan perempuan dituntut bisa mandiri menjalani kehidupan bersosial dan bermasyarakat. Sebab jika tidak maka perempuan akan mudah ditipu dan ditindas oleh lelaki, terutama dalam keluarga.

Dari segala kekhawatiran Qasim terhadap diskriminasi dan perihal yang membuat perempuan menjalani hidupnya secara memprihatinkan akibat tidak adanya bekal pendidikan yang mumpuni. Qasim berujar : “Apakah hal itu akan terjadi jika perempuan itu berpendidikan?”.

Dalam pandangannya, Qasim cenderung melihat keadaan perempuan pada masanya jarang yang memanfaatkan kekuatan akalnya untuk melakukan perkara yang dapat meninggikan harga diri dan martabatnya. Sehingga konstribusi perempuan tidak pernah nampak dalam permukaan kehidupan sosial selain berkutat pada perkara dalam rumah saja.

Pada dasarnya Qasim ingin menghilangkan tradisi yang beranggapan perempuan hanya diam dirumah menjadi ibu rumah tangga dan urusannya cukup pada ambang pintu rumah saja. Sebab dengan tradisi yang mengakar itu wanita hanya tampak dijadikan tempat pemuas nafsu belaka, bahkan Qasim dengan mengistilahkan kehinaan perempuan sebagai hewan lembut yang memenuhi temannya dalam memuaskan dari kebiasaanya mempersilahkan untuk bersenang-senang cuma itu saja dan tidak lebih.

Tokoh feminis Mesir ini merupakan sarjana awal Islam yang berhasil menjadi salah satu transformer kemajuan Barat kedalam dunia Islam. Sehingga dunia Islam tidak lagi buta dengan kemjuan yang telah Barat capai, lebih dari itu agar Islam bisa mengomparasikan kemajuan yang telah Barat capai dengan ajarannya. Sebagaimana kaidah “Al-Muhafadatu ala Qodimi as-Soleh wa al-Akhdu bi al-Jadidi al-Aslah”.

Qasim Amin lahir dari seorang Ayah yang berdarah Turki dan ibu berdarah Mesir. Qasim keluar dari rahim sang ibu pada awal bulan Desember tahun 1864 di Alexandria kediaman sang Ibu, ada yang mengatakan pula di Tharah (daerah dekat Kairo) tempat sang ayah bertugas.

Qasim menamatkan pendidikan dasarnya di Alexandria. Semenjak keluarganya pindah dan menetap di Kairo Qasimpun meneruskan studinya di sana, dan berkat ketekunannya tepat pada umurnya yang ke-20 tahun 1881 M mendapat gelar Lc pertama kali di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum dan Manajemen sebelum adanya Universitas dan itupun lulusan perdana. Qasim juga termasuk murid dari madrasah yang dikelola tokoh intelektual reformis Islam Jamaluddin Al-Afghani ketika berada di Mesir saat itu.

Pada tahun ini pula sarjana muda Islam ini bisa melanjutkan studinya ke-Perancis. Negara yang pernah ditempati 55 tahun lebih dulu oleh senior yang menjadi inspiratornya, Rifaah Tahthawi. Seorang sarjana muda Al-Azhar yang pertama kali diutus ke Prancis pada tahun 1826 untuk mendampingi para utusan pemimpin Mesir guna mempelajari cabang ilmu manajemen, seni kebudayaan, dan ilmu pengetahuan disana. Tapi berkat kecerdasannya Thahtawi menguasai ilmu yang tidak dikuasai oleh para utusan itu. Hingga beliau menjadi tokoh terkemuka yang membawa pencerahan bagi kehidupan masyarakat Mesir.

Pada tahun 1883 Prancis menjadi sejarah saksi bisu pertemuan dan berkumpulnya tokoh reformis Islam antara Jamaluddin Al-Afghani yang ingin melepaskan India dari Penjajah dan Muhammad Abduh setelah tragedi pengusirannya, tentu juga sang tokoh pembela kaum hawa Qasim Amin.

Dengan bertemunya sang junior Qasim dengan dua tokoh besar itu, Qasim dapat meneruskan penyelamannya mendalami pemikiran Al-Afghani dengan ide-ide nasionalismenya yang pernah diikuti madrasahnya semasih di Kairo, ditambah dengan pemikiran sang ulama Azhar yang tekemuka hingga Qasimpun bisa menadalami kajian turots ke-Islam-annya.

Semakin lengkap intelektuakitas yang dimiliki oleh Qasim dengan situasi masyarakat Paris yang kondusif membentuk seseorang menjadi Ilmuan, serta faktor akademisnya yang beliau selesaikan secara sempurna 4 tahun pendidikannya di Universitas Montpellier Prancis Fakultas Hukum.

Itulah background yang melatar bekangi Qasim menjadi salah satu tokoh terkemuka di Mesir dalam memajukan peran perempuan sekaligus masyarakat Mesir di masa awal kebangkitan Mesir.



Rujukan :

Qasim AminTahriru al-Mar’ah.

Dr. Muhammad Imaroh, Qasim Amin; A’mal al-Kamilah

Dr. Husein Fauzi Nizar, Rifaah Thahthawi; Ro’idu Fikr wa Imam Nahdzhoh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s