Humor Penciptaan Anak Analisa Plato dan Aristoteles


Aku memiliki teman yang jenius, dia tinggal di apartemen pas tepat di depan apartemen flatku. Tapi bedanya flatku ada di puncak alias lantai paling atas, flat dia paling bawah. Terkadang  berpapasan Ketika aku keluar flat dan turun ke bawah.

Pada suatu saat temanku itu memanggilku, dan mengutarakan ingin menceritakan analisa Plato dan Aristoteles. Tepatnya mengenai penciptaan alam bisa dilihat dengan memandang bagaimana orang menciptakan anak.

Akupun datang padanya dan dia mempersilahkan duduk di kursi tamu flatnya, dia ke dapur menyediakan teh.

ketika selesai menyediakan teh dan kita sama-sama duduk, saya penasaran inngin mendengarnya. langsung saya ajukan pertanyaan, “kok bisa begitu mas bro?”

Dia pun menjawab dengan pelan tapi pasti, “ya! coba pikirkan analisa Plato menganggap penciptaan alam, melalui teori emanasi pancaran dari akal aktif. Akal aktif bisa kita sebut Tuhan, dan berkat Tuhan alam ini diciptakan. Dari sini juga kita mengetahui bahwa Tuhan zat yang Maha Segalanya termasuk mencipta alam semesta”.

Sambil menggerak-gerakan tanganya untuk isarat, diapun melanjutkan, “orang yang menggunakan analisa Plato akan mengira segala sesuatu tercipta karena adanya Ide yang dipancarkan dari Akal. Oleh karenanya sebelum orang ingin mempunyai dan menciptakan anak ia harus memiliki ide untuk itu”.

Dan saya pun penasaran untuk mengetahui analisa Aristoteles, sayapun nyeletuk, “kemudian kalo Aristoteles gimana mas bro?”

Dia pun menjawab dengan tenang, seperti gayanya para ilusionis yang bisa menghipnotis. Kemudian diapun berkata, “begini! sedangkan analisa Aristoteles itu menganggap Tuhan sebagai penggerak yang tidak bergerak, dan terciptanya alam adalah karena adanya gerak pertama yang kemudian menjadi penyebab utama. Disinilah letak nilai sebab-musabab atau nalar kausalitas Aristotelean, segala sesuatu tercipta karena ada penyebabnya”.

Sayapun penasaran terhadap pembahasan topik utama perbincangan kita masalah penciptaan anak, sayapun nyeletuk, “terus hubungannya dengan penciptaan anak seperti apa?”

“ayooo pikiranmu ngeresss”, balasnya sambil bercanda dan tersenyum.

Kemudian dia melanjutkan, “kalau analisa Aristotelean mengenai penciptaan anak itu begini, karena pada suatu malam bapakmu dan ibumu sama sama bergerak di atas ranjang.”

Kita pun tertawa terbahak-bahak, “hahahahahahaha….hahahaha…hahahahaa :D”.

Sekian, untuk temanku Abdul Mun’im Kholil yang sedang kedingininan di Madrasah, Nasr City.

[Rifai, Jum’at 30 Desember 2011]

3 thoughts on “Humor Penciptaan Anak Analisa Plato dan Aristoteles”

  1. setiap orang bebas beropini bro. menghargai bukan berarti setuju kan?. setidaknya itu menjadi khazanah pengalaman, pergaulan sosial. good job.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s