Wujud Tuhan dalam Maqam Ihsan


Banyak ulama islam mentakwilkan peristiwa melihat Tuhan atau bermusyahadah dan menyaksikan keagungan Tuhan dengan segala sifatNya merupakan perkara irrasional dan nomenalogis. Perkara ini bukanlah hal yang mudah, sebab untuk melakukannya memang terkadang terlihat irrasional dan bertentangan dengan akal sehat.

Perkara bermusyahadah dengan keagungan Tuhan ini memiliki makna yang absurd dan memiliki polemik yang tak kunjung henti. bahkan banyak ulama yang dekat dengan umara’ (pemerintah) kurang bisa memahami fenomena yang irrasional ini mengkafirkan dan menyesatkan kalangan sufi yang sedang asyik menikmati cinta dari Tuhan dalam hidupnya, semisal al-hallaj dan suhrawardi al-maqtul.

Bila kita melihat peristiwa pengkafiran para sufi sungguh sangat menyedihkan. Tapi tidak dengan Ibn Arabi yang hidupnya tetap nyaman, serta dapat mengembangkan ajarannya kepada para murid dan menulis beberapa buku. tentunnya hal itu tak lepas dari lingkungan yang terbuka dan stabilitas politik terkendali.

Polemik musyahadah ini sebenarnya harus merujuk dari perbincangan para mutakallimin diawal lahirnya islam. Dimana masa awal para mutakallimin memperbincangkan masalah pensifatan zat Tuhan, karena hal ini akan berimplikasi terhadap keimanan seseorang.

Iman orang awam akan melihat Allah seperti  bayangan pada dirinya yang terkena cahaya, ia akan melihat bahwa Tuhan itu seperti hampa sehingga dengan mudahnya melalaikan kewajibannya terutama rukun iman yang lima.

Sedangkan diatasnya lagi akan melihat Tuhan seperti melihat cahaya bulan didalam gelas yang diisikan air di malam hari. Yang terlihat hanyalah pantulan cahaya bulan dikegelapan malam.

Yang tertinggi adalah ketika seseorang bisa mengontrol hatinya ketika ia melihat peristiwa dan fenomena yang ada dalam hidupnya. Sehingga ia tau kapan bersyukur dan kapan harus meminta. Sehingga segala yang ia minta dan perbuat sesuai dengan apa yang telah ia niatkan untuk ibadah di jalan Allah. Disinilah maqam iman islam ihsan itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s