Dzikir dan Mi’raj


وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً

Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut

Dalam tafsirnya Imam Fakhruddin ar-Razi ketika memaparkan konsep dzikir yang terdapat di surat al-A’raf ayat 205 diatas, ada yang menarik dan menggelitik ketika mengulas kata “tadarru’an”. Beliau mengatakan kata “tadarru’an” terikat dengan dua penjelasan yang mu’tabar, dari al-Qur’an (ayat lain) dan akal. Penjelasan dari al-Qur’an terdapat pada surat al-An’am ayat 63:

قُلْ مَنْ يُنَجِّيكُمْ مِنْ ظُلُمَاتِ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ تَدْعُونَهُ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً

Katakanlah: Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, yang kamu berdoa kepada-Nya dengan rendah diri dengan suara yang lembut…

Sedangkan secara akal, sesungguhnya kesempurnaan manusia bila mencapai tersingkapnya 2 perkara; pertama, kemulyaaan penghambaan diri kepada Tuhan, dalam firman “wadzkur Rabbaka fi nafsika”. Kedua, menyaksikan kehinaan/kerendahan diri dalam penghambaan kepada Tuhan, dalam kata “tadarru’an”. Maka perpindahan dari dzikir kepada kerendahan hati (tadarru’an) seumpama turun dari peristiwa mi’raj, dan perpindahan dari kerendahan hati (tadarru’an) kepada dzikir seumpama kenaikan (dalam peristiwa mi’raj), dengan kedua proses itulah kesempurnaan mi’raj ruh-ruh suci seorang hamba terpancar, dan ma’rifat Tuhan melazimkan sebuah kerendahan dan rasa takut.

#Selamat memperingati Isra’ Mi’raj dengan berdzikir.

One thought on “Dzikir dan Mi’raj”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s